Memahami Bulan Shafar Secara Lurus
Diposting Rabu, 17 Desember 2014 - 12:09:21 WIB  oleh : Administrator
Kategori: Religi - Dibaca: 32391 kali


Kita sekarang berada di bulan shofar 1436 H.  Bulan shofar adalah bulan ke-2 dalam hitungan  penanggalan hijriyah. Shofar secara harfiyah memiliki arti :

1.      Kosong : karena kebiasaan orang arab dulu pada bulan ini mengosongkan rumah untuk bepergian jauh karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat di lingkungannya

2.      Warna kuning : karena biasanya bulan shofar jatuh pada musim panas sehingga dedaunan kering dan berwarna kuning

3.      Penyakit kuning : orang arab mereka ada yang meyakini suatu pentakit   berbahayayang disebabkan ulat besar dari dalam perut seseorang dengan gejala kuning sekujur tubuhnya.

Paradigma sebagian kaum muslimin di indonesia  memahami bulan ini sebagai bulan yang negaif (baca:sial). Sehingga sangat mewaspadai dan berhati-hati dating bulan shofar ini. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya orang tidak memuali usaha di bulan ini, membatalkan bepergian, bahkan enggan untuk melaksanakan kenduri/pesta di bulan ini karena bulan ini dianggap sial, tidak memberikan keuntungan ataupun pemahaman buruk lainnya.

Penulis mencoba mencari dalil-dalil yang rojih tentang bulan shafar ini, karena penulis merasa khawatir terjerumus ke lubang kesyirikan akibat pemahaman kita yang tidak utuh tentangnya.

Ada pendapat ahli tasawuf yang berkeyakinan bahwa pada rabu terakhir di bulan ini adalah hari paling sial, karena menurut mereka alloh menurunkan 320.000 bala di hari itu. Pemahaman ini sungguh bertentangan dengan hadits shohih yang di riwayatkan oleh imam bukhori dan imam muslim :

ﻻﻋﺩﻭﻯﻭﻻﻄﻳﺎﺭﺓﻭﻻﻫﺎﻣﺔﻭﻻﺼﻓﺭ

Artinya : tidak lah ada penyakit menular dengan sendirinya, tidak ada pengundian nasib dengan peratara burung, dan tidak ada kesialan di bulan shofar.

Dalam hadits yang lain diriwayatkan oleh imam abu dawud :

ﺳﻣﻌﺖﺃﻥﺍﻟﺠﺎﻫﻟﻳﺔ ﯾﺳﺗﺷﺌﻣﻮﻦ ﺑﺻﻓﺭﻓﻗﺎﻞ ﺍﻟﻧﺑﻲ ﺻﻟﻰﺍﻟﻟﻪ ﻋﻟﻳﻪ ﻭﺳﻟﻢ: ﻻﺻﻓﺮ

Artinya : saya mendengar bahwasannya orang jahiliyah  memandang bulan shofar adalah bulan sial, maka baginda rosululloh saw menjawab : tidak ada kesialan di bulan shafar.

Berdasarkan dua hadits ini harusnya menjadi tuntunan sekaligus keyakinan kaum muslimin bahwasannya tidak ada kesialan di bulan shofar. Bulan shofar diciptakan alloh seperti bulan-bulan lainnya sangat bergantung kepada diri kita sendiri bagaimana memanfaatkan bulan ini apakah akan dimanfaatkan dengan baik sehingga keberuntungan ada di fihak kita, atau sebaliknya kita biarkan begitu saja sehingga kerugian ada padanya. Walllohu"alam..



    0 Komentar :

    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)